Repository Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

Menyimpan dan mempublikasikan karya ilmiah civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

Cari Koleksi

Pencarian Lanjutan

Angeli, Arnelita (2026) Gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah di SMPN 7 Palangka Raya. Laporan Tugas Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

[img] Text
Laporan Tugas Akhir_Angeli Arnelita_Bab 1 - Bab 3. (1).pdf
Restricted to Registered users only

🔍 Baca Disini | Request a copy
[img] Text
Laporan Tugas Akhir_Angeli Arnelita_Lengkap. (1).pdf
Restricted to Repository staff only

🔍 Baca Disini | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Kehilangan zat besi yang tidak diimbangi dengan asupan yang cukup dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin serta berdampak pada kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas remaja. World Health Organization merekomendasikan suplementasi zat besi dan asam folat secara rutin sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Di Indonesia, prevalensi anemia pada kelompok usia 15–24 tahun masih mencapai 15,5%. Data awal di SMPN 7 Palangka Raya menunjukkan 60,2% siswi mengalami anemia, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang didukung oleh pengetahuan dan kepatuhan yang baik. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah di SMPN 7 Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Sampel berjumlah 83 remaja putri kelas VII. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas responden berusia 10–13 tahun sebanyak 83,1% dan memiliki lama menstruasi 3–7 hari sebesar 73,5%. Tingkat pengetahuan baik 50,6%. Kepatuhan konsumsi berdasarkan dosis tergolong patuh sebesar 88,2%, berdasarkan cara minum patuh 61,2%, dan berdasarkan kontraindikasi tidak patuh 56,5%. Diskusi: Sebagian besar remaja putri memiliki tingkat pengetahuan yang baik serta kepatuhan yang cukup tinggi dalam mengonsumsi TTD, namun masih diperlukan peningkatan edukasi berkelanjutan untuk mencegah anemia dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci: remaja putri, anemia, tablet tambah darah, pengetahuan, kepatuhan. Background: Anemia remains one of the major health problems among adolescent girls, particularly due to iron deficiency during periods of growth and menstruation. Iron loss that is not balanced with adequate intake can lead to decreased hemoglobin levels and negatively affect health, learning ability, and productivity among adolescents. The World Health Organization recommends routine iron supplementation as an effort to prevent anemia in adolescent girls. In Indonesia, the prevalence of anemia among individuals aged 15–24 years remains at 15.5%. Preliminary data from SMPN 7 Palangka Raya showed that 60.2% of female students experienced anemia, indicating the need for preventive efforts through Iron Supplement Tablet (IST) consumption supported by adequate knowledge and good adherence. Objective: To determine the description of the level of knowledge and adherence of adolescent girls in consuming Iron Supplement Tablets at SMPN 7 Palangka Raya. Method: This study used a quantitative descriptive design with a total sampling technique. The sample consisted of 69 seventh-grade adolescent girls. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed univariately in the form of frequency distribution and percentages. Research Results: The majority of respondents were aged 10–13 years (84.1%), experienced menarche at 12–14 years (59.4%), and had a menstrual duration of 3– 7 days (88.4%). The level of knowledge was categorized as good in 50.7% of respondents. Adherence to Iron Supplement Tablet consumption based on dosage was categorized as adherent in 89.9% of respondents, based on the method of consumption adherent in 63.8%, and based on contraindications non-adherent in 56.5%. Conclusion: Most adolescent girls demonstrated good knowledge and relatively high adherence to Iron Supplement Tablet consumption; however, continuous educational efforts are still needed to prevent anemia and improve reproductive health outcomes. Key words: adolescent girls, anemia, iron supplement tablets, knowledge, adherence.

Item Type: Laporan Tugas Akhir / Karya Tulis Ilmiah / Laporan Praktek Asuhan Kebidanan (stase 9) / Skripsi / Tesis / Disertasi (Laporan Tugas Akhir)
Uncontrolled Keywords: Remaja putri, anemia, tablet tambah darah, pengetahuan, kepatuhan.
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111006 Midwifery
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1114 Paediatrics and Reproductive Medicine
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma III Kebidanan
Depositing User: Mahasiswa D3 Kebidanan
Date Deposited: 23 Jul 2026 02:50
Last Modified: 23 Jul 2026 02:50
URI: http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3624

Actions (login required)

View Item View Item