Repository Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

Menyimpan dan mempublikasikan karya ilmiah civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

Cari Koleksi

Pencarian Lanjutan

Asyifa, Maulida Asyifa (2026) Studi kasus asuhan Keperawatan klien toksoplasmosis serebral komorbid hipertensi di Ruang Alexandri III RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

[img] Text
Karya Tulis Ilmiah_ Maulida Asyifa_Lengkap.pdf
Restricted to Repository staff only

🔍 Baca Disini | Request a copy
[img] Text
Karya%20Tulis%20Ilmiah_%20Maulida%20Asyifa (1).pdf
Restricted to Registered users only

🔍 Baca Disini | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Toxoplasma gondii memiliki sifat neurotropik yang dapat menyerang jaringan saraf pusat dan memicu pembentukan lesi atau kista di otak. Pada kasus toksoplasmosis serebral, kondisi ini sering kali memicu peningkatan tekanan intrakranial (TIK) serta inflamasi otak yang menyebabkan gejala klinis berupa sakit kepala berat dan ketegangan otot. Manajemen nyeri dan ketegangan otot pada kasus ini memerlukan kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis, salah satunya melalui terapi masase tengkuk untuk melancarkan sirkulasi darah serta memberikan efek relaksasi. Tujuan: Mengetahui dan menggambarkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada klien toksoplasmosis serebral komorbid hipertensi di Ruang Alexandri III RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian berfokus pada satu orang pasien (Tn. T, usia 32 tahun) dengan diagnosis medis toksoplasmosis serebral komorbid hipertensi. Pengumpulan data dilakukan selama 5 hari (11–15 Februari 2026) melalui metode wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi rekam medis. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian, ditegakkan empat diagnosis keperawatan utama, yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif, nyeri akut, nausea, dan defisit pengetahuan. Intervensi keperawatan unggulan yang diberikan adalah terapi non-farmakologis masase tengkuk menggunakan minyak zaitun untuk menurunkan ketegangan area leher dan mengurangi skala nyeri. Setelah diberikan implementasi keperawatan, hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri kepala, berkurangnya ketegangan otot tengkuk, sirkulasi sirkulasi darah membaik, serta peningkatan pemahaman pasien dan keluarga mengenai kondisi penyakit. Kesimpulan: Pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan intervensi mandiri perawat berupa masase tengkuk mendampingi terapi medis dalam meminimalkan nyeri dan ketegangan otot akibat peningkatan tekanan intrakranial pada pasien toksoplasmosis serebral komorbid hipertensi. Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Hipertensi, Masase Tengkuk, Nyeri, Toksoplasmosis Serebral. Background: Toxoplasma gondii possesses neurotropic properties, enabling it to invade the central nervous system and trigger the formation of lesions or cysts in the brain. In cases of cerebral toxoplasmosis, this condition frequently prompts an increase in intracranial pressure (ICP) and brain inflammation, leading to clinical symptoms such as severe headache and muscle tension. Managing pain and muscle tightness in these cases demands a combination of pharmacological and non-pharmacological therapies, notably through neck massage therapy to enhance blood circulation and induce a muscle relaxation effect. Objective: To understand and comprehensively describe the nursing care provided to a client with cerebral toxoplasmosis and comorbid hypertension in the Alexandri III Ward at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Regional General Hospital, Banjarmasin. Methods: This study utilized a descriptive case study design with a nursing process approach. The research subject focused on one patient (Mr. T, 32 years old) diagnosed medically with cerebral toxoplasmosis and comorbid hypertension. Data collection was carried out over 5 days (February 11–15, 2026) using methods of interviewing, direct observation, physical examination, and medical record documentation study.. Results: Based on the assessment results, four primary nursing diagnoses were established: risk for ineffective cerebral perfusion, acute pain, nausea, and knowledge deficit. The highlighted nursing intervention was non-pharmacological neck massage therapy utilizing olive oil to alleviate neck tension and reduce the pain scale. Following the nursing implementation, the evaluation showed a decrease in headache intensity, reduced stiffness in the neck muscles, improved blood circulation, and increased understanding from the patient and family regarding the medical condition. Conclusion: A comprehensive nursing care approach that integrates independent nursing interventions, such as neck massage, medical therapy to minimize pain and muscle tension caused by increased intracranial pressure in cerebral toxoplasmosis patients with comorbid hypertension. Keywords: Cerebral Toxoplasmosis, Hypertension, Nursing Care, Neck Massage, Pain.

Item Type: Laporan Tugas Akhir / Karya Tulis Ilmiah / Laporan Praktek Asuhan Kebidanan (stase 9) / Skripsi / Tesis / Disertasi (Karya Tulis Ilmiah)
Uncontrolled Keywords: Asuhan Keperawatan, Hipertensi, Masase Tengkuk, Nyeri, Toksoplasmosis Serebral.
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1109 Neurosciences > 110902 Cellular Nervous System
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111009 Nursing Research
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1109 Neurosciences
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan
Depositing User: Mahasiswa D3 Keperawatan
Date Deposited: 28 Jul 2026 02:30
Last Modified: 28 Jul 2026 02:30
URI: http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3716

Actions (login required)

View Item View Item