Repository Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

Menyimpan dan mempublikasikan karya ilmiah civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

Cari Koleksi

Pencarian Lanjutan

Wati, Patma (2026) Studi kasus asuhan keperawatan pada Ny. S dengan stroke non hemoragik (SNH) di Ruang Seruni RSUD Ulin Banjarmasin Kalimantan Selatan. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekes Kemenkes Palangka Raya.

[img] Text
Karya Tulis Ilmiah_Legkap.pdf
Restricted to Repository staff only

🔍 Baca Disini | Request a copy
[img] Text
Laporan Tugas Akhir_Bab 1-Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

🔍 Baca Disini | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Stroke non-hemoragik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama kematian serta kecacatan jangka panjang di dunia maupun di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah otak yang mengakibatkan berkurangnya aliran darah dan oksigen ke jaringan otak. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak yang bersifat permanen sehingga menimbulkan gangguan mobilitas, gangguan komunikasi verbal, serta penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pemberian asuhan keperawatan yang tepat, komprehensif, dan berkesinambungan sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi, mengoptimalkan pemulihan pasien, serta meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan stroke non-hemoragik melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode: Studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada satu pasien stroke non-hemoragik yang menjalani perawatan di ruang rawat inap. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, dan studi literatur. Hasil: Hasil studi menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang ditemukan meliputi perfusi jaringan serebral tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan komunikasi verbal. Implementasi keperawatan dilakukan sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), sedangkan evaluasi menunjukkan adanya perkembangan kondisi pasien meskipun masih memerlukan rehabilitasi dan perawatan lanjutan. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar mampu membantu mempertahankan perfusi serebral, meningkatkan kemampuan fungsional pasien, mencegah komplikasi, serta mendukung proses pemulihan pasien stroke non-hemoragik. Kata kunci: Stroke non-hemoragik, asuhan keperawatan, perfusi jaringan serebral, gangguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal. Background: Non-hemorrhagic stroke is the most common type of stroke and remains one of the leading causes of death and long-term disability worldwide, including in Indonesia. This condition is caused by an obstruction of cerebral blood vessels, resulting in reduced blood flow and oxygen supply to brain tissue. Delayed treatment can lead to permanent brain damage, causing impaired physical mobility, impaired verbal communication, and decreased ability to perform activities of daily living. Therefore, appropriate, comprehensive, and continuous nursing care is essential to prevent complications, optimize patient recovery, and improve quality of life. Objective: To describe the implementation of nursing care for a patient with non-hemorrhagic stroke using the nursing process, including assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Methods: This study employed a descriptive case study approach involving one patient with non-hemorrhagic stroke who was hospitalized in an inpatient ward. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, medical record documentation, and literature review. Results: The findings revealed three nursing diagnoses: ineffective cerebral tissue perfusion, impaired physical mobility, and impaired verbal communication. Nursing interventions were implemented based on the Indonesian Nursing Intervention Standards (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia/SIKI). The evaluation indicated improvement in the patient’s condition, although the patient still required rehabilitation and ongoing nursing care. Conclusion: Systematic and standardized nursing care can help maintain cerebral tissue perfusion, improve the patient’s functional abilities, prevent complications, and support the recovery process of patients with non-hemorrhagic stroke. Keywords: non-hemorrhagic stroke, nursing care, ineffective cerebral tissue perfusion, impaired physical mobility, impaired verbal communication.

Item Type: Laporan Tugas Akhir / Karya Tulis Ilmiah / Laporan Praktek Asuhan Kebidanan (stase 9) / Skripsi / Tesis / Disertasi (Karya Tulis Ilmiah)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Stroke non-hemoragik, asuhan keperawatan, perfusi jaringan serebral, gangguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal.
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111008 Nursing Practical
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111009 Nursing Research
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1102 Cardiorespiratory Medicine and Haematology
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan
Depositing User: Mahasiswa D3 Keperawatan
Date Deposited: 15 Sep 2026 02:47
Last Modified: 15 Sep 2026 02:47
URI: http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3968

Actions (login required)

View Item View Item