Dahlia, Ying (2025) Pengaruh pijat bayi terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan di PMB ‘Y’ Kota Palangka Raya. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
|
|
Text
Skripsi_Ying Dahlia_Lengkap.pdf Restricted to Repository staff only 🔍 Baca Disini | Request a copy |
|
|
Text
Skripsi_Ying Dahlia_BAB 1-BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only 🔍 Baca Disini | Request a copy |
Abstract
Latar belakang : Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang bayi, terutama pada usia 6–12 bulan. Kondisi ini juga tercermin di Kota Palangka Raya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya tahun 2024, tercatat sebanyak 1.664 bayi usia 6-12 bulan yang telah diperiksa perkembangannya, Pemeriksaan perkembangan ini baru dilakukan pada tahun 2024, di mana 3 bayi atau 0,18% di antaranya menunjukkan hasil pemeriksaan yang meragukan. Pijat bayi merupakan terapi yang membantu meningkatkan perkembangan motorik kasar karena rangsangan sentuhan mampu merangsang sistem saraf, meningkatkan tonus otot, serta memperbaiki koordinasi dan keseimbangan tubuh Fabiola (2022) Tujuan :Untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi usia 6-12 bulan di PMB ‘Y’ Kota Palangka Raya Metode penelitian : Penelitian ini menggiunakan metode penelitian pra Eksperimen dengan One Group Pretest – Posttest Design. Dengan menggunakan Ujin MCNemar Test. Medode sampling menggunakan Puposiv sampling dengan jumlah ssampel 32 partisipan. Hasil : Hasil MC Nemar menunjukkan nilai significancy adalah 0,00 < 0,05. sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil perkembangan motorik kasar sebelum dan sesudah dilakukannya pijat bayi Diskusi : ada perbedaan hasil perkembangan motorik kasar sebelum dan sesudah dilakukannya pijat bayi Kata Kunci : Pijat Bayi, Motoik Kasar Background: Gross motor development is a crucial aspect of infant growth and development, especially between the ages of 6 and 12 months. This situation is also reflected in Palangka Raya City. Based on data from the Palangka Raya City Health Office in 2024, 1,664 infants aged 6-12 months had their developmental examinations conducted. These developmental examinations were only conducted in 2024, with 3 infants, or 0.18%, showing questionable results. Infant massage is a therapy that helps enhance gross motor development because tactile stimulation can stimulate the nervous system, increase muscle tone, and improve coordination and balance. Fabiola (2022) Objective: To determine the effect of infant massage on gross motor development in infants aged 6-12 months at PMB 'Y' in Palangka Raya City. Research Method: This study used a pre-experimental research method with a One Group Pretest-Posttest Design. The MCNemar Test was used. The sampling method used purposive sampling with a sample size of 32 participants. Results: The MC Nemar test showed a significance value of 0.00 < 0.05, thus concluding that there was a difference in gross motor development outcomes before and after infant massage. Discussion: There was a difference in gross motor development outcomes before and after infant massage. Keywords: Infant Massage, Gross Motor Skill
| Item Type: | Laporan Tugas Akhir / Karya Tulis Ilmiah / Laporan Praktek Asuhan Kebidanan (stase 9) / Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pijat Bayi, Motorik Kasar |
| Subjects: | 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111006 Midwifery 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1114 Paediatrics and Reproductive Medicine |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma IV Kebidanan |
| Depositing User: | Mahasiswa STR Kebidanan |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 04:53 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 04:54 |
| URI: | http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3973 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
