Repository Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

Menyimpan dan mempublikasikan karya ilmiah civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

Cari Koleksi

Pencarian Lanjutan

Rosalina, Gusvira (2021) Gambaran pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini. [Tugas Akhir] (Unpublished)

[img] Text
KTI GUSVIRA ROSALINA PO.62.20.1.19.140.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah generasi penerus yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk pembangunan bangsa, usia remaja dimulai dari 10-19 tahun. Pernikahan dini adalah sebuah pernikahan yang salah satu atau kedua pasangan berusia dibawah 19 tahun. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini berdasarkan usia, jenis kelamin dan pendidikan. Metode Penelitian : Literature Review dipilih sebagai metode dalam penelitian ini, dari hasil penelusuran artikel melalui database Google Scholar dan menggunakan kata kunci sesuai MeSH didapatkan 97 jurnal dan di inklusi menjadi tiga jurnal dengan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian : Hasil penelitian di tiga jurnal menyatakan bahwa pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini. Pada jurnal pertama di Dusun Karanggede Pendowoharjo, Bantul DIY ada 36 responden dengan presentase pengetahuan (58,3%) baik, (25,0%) cukup, (16,7%) kurang. Jurnal kedua di Jl. Pantai Cemara Wilayah Kerja Pustu Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya terdapat 64 responden dengan presentase pengetahuan (53%) kurang, (24%) baik, (23%) cukup. Jurnal ketiga di Desa Lempong Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah terdapat 168 responden dengan presentase pengetahuan (44,6%) kurang, (40,6%) cukup, (14,9%) baik. Kesimpulan : Penerimaan terhadap informasi mempengaruhi perilaku remaja terhadap pengetahuan. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang terhadap orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Remaja yang berpendidikan SD, SMP, SMA serta perguruan tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda dan tingkat pemahaman masing-masing individu juga berbeda dalam menyikapi informasi mengenai risiko pernikahan dini. Di usia remaja awal, remaja tengah dan remaja akhir (11-20 tahun) mengalami pertumbuhan fisik, mampu membedakan mana hal yang baik dan hal yang tidak baik, serta pada tingkat remaja akhir memiliki kemampuan berpikir yang lebih matang jika dibandingkan remaja awal dan tengah, remaja akhir lebih memahami risiko pernikahan dini serta mampu untuk mengatasi persoalan. Adapun faktor yang mempengaruhi pernikahan dini yaitu usia,pendidikan. Research Background: Teenagers are the generation who are hoped to succeed and able to give positive contribution for the development of the nation. The age range of a teenager starts from 10 to 19 years old. Early marriage is a marriage in which one or both of the couple are still under 19 years old. Research Objective: To be aware of the extent of teenagers’ knowledge about the risks of early marriage according to the age, sex, and education. Research Method: Literature Review is the chosen method for this research. According to the findings through Google Scholar, along with using keywords in accordance with MeSH, 97 journals were found, of which are included into 3 journals. This research adopts quantitative design and uses cross sectional approach. Research Findings: The result from 3 journals analyzed favours teenagers’ knowledge about the risks of early marriage still inadequate. The first journal investigates Dusun Karanggede, Pendowoharjo, in Bantul, Special Region of Yogyakarta with 36 respondents that results in 58,3% are knowledgeable, 25,0% have adequate knowledge, and 16,7% have inadequate knowledge. The second journal investigates Pantai Cemara Street in Pustu Pahandut Seberang Working Region, Palangka Raya with 64 respondents which results 53% have inadequate knowledge, 24% are knowledgeable, and 23% have adequate knowledge. The third journal investigates Lempong Village, located in Jenawi Sub-District, Karanganyar District, Central Java which results in 44.6% have inadequate knowledge, 40,6% have adequate knowledge, and 14,9% are knowledgeable. Conclusion: Information acceptance influences teenagers’ behaviour towards knowledge. Knowledge cannot be separated from education; education means guidance someone has given towards the other to fulfil a certain objective. Teenagers who are in Elementary School, Middle School, High School, and higher education have different level of knowledge and each person also has a different understanding and response towards risks of early marriage. During the early stage, middle stage, and last stage of being a teenager (11-20 years old), teenagers go through physical growth; they are able to differentiate right and wrong, additionally, teenagers on the last stage are able to think maturely in comparison to those in early and middle stage. They have a better understanding about the risks of early marriage and are able to solve problems. As for the factor that affects early marriage are age and education.

Item Type: Tugas Akhir
Uncontrolled Keywords: Pengetahuan, Pernikahan Dini, Remaja
Subjects: ?? 111602 ??
?? 111699 ??
?? 111707 ??
?? 111799 ??
?? group_1116 ??
?? group_1117 ??
?? group_1399 ??
Divisions: ?? PER3 ??
Depositing User: Gusvira Rosalina
Date Deposited: 17 Feb 2022 09:42
Last Modified: 17 Feb 2022 09:42
URI: http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/2021

Actions (login required)

View Item View Item