Repository Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

Menyimpan dan mempublikasikan karya ilmiah civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

Cari Koleksi

Pencarian Lanjutan

Astutik, Linda Puji and Migang, Yena Wineini Laktasi 24 jam post sectio caesarea. -. (Unpublished)

[img] Text
Laktasi_24_Jam_Post_SC_Review - Linda.pdf

🔍 Baca Disini

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan tren persalinan Sectio Caesarea (SC) secara global dan nasional membawa berbagai implikasi klinis, salah satunya adalah penundaan inisiasi menyusui dan terhambatnya pengeluaran kolostrum. Laktasi pada 24 jam pertama sangat esensial untuk pembentukan sistem imun bayi melalui kolostrum serta involusi uteri ibu. Namun, ibu post-SC kerap mengalami kendala seperti nyeri luka operasi, efek anestesi, dan hambatan mobilitas. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi laktasi dan efektivitas intervensi dalam mempercepat pengeluaran ASI pada 24 jam pertama post-SC berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur (literature review). Penelusuran artikel dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Kriteria inklusi meliputi artikel terbitan 5 tahun terakhir (2021-2026), full-text, berbahasa Indonesia atau Inggris, yang berfokus pada laktasi dan produksi ASI pada ibu post-SC. Hasil: Terdapat 10 artikel yang dikaji. Sintesis literatur menunjukkan bahwa hambatan utama onset laktasi <24 jam pada ibu post-SC adalah nyeri akut pasca operasi yang menghambat rilis hormon oksitosin (refleks let-down). Intervensi non-farmakologis seperti pijat oksitosin, stimulasi payudara (breast care), mobilisasi dini, dan metode SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin, dan Sugesti) secara signifikan mempercepat onset laktasi. Selain itu, manajemen nyeri farmakologis yang adekuat serta dukungan psikologis memperkuat keberhasilan laktasi dini. Kesimpulan: Keberhasilan laktasi 24 jam pertama post-SC membutuhkan manajemen yang komprehensif untuk meminimalkan nyeri serta stimulasi fisik dan psikologis guna memicu hormon prolaktin dan oksitosin. Saran: Institusi pelayanan kesehatan disarankan memperbarui Standar Operasional Prosedur (SOP) asuhan nifas post-SC dengan mengintegrasikan mobilisasi dini dan pijat oksitosin sejak di ruang pemulihan.

Item Type: Artikel Jurnal
Subjects: 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111006 Midwifery
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1114 Paediatrics and Reproductive Medicine > 111404 Reproduction
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Diploma IV Kebidanan
Depositing User: Linda Puji Astutik
Date Deposited: 29 Jun 2026 07:04
Last Modified: 29 Jun 2026 07:04
URI: http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3498

Actions (login required)

View Item View Item