Repository Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

Menyimpan dan mempublikasikan karya ilmiah civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

Cari Koleksi

Pencarian Lanjutan

Jonathan, Jonathan (2025) Studi kasus asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan stroke non hemoragik (SNH) di Ruangan Stroke Center RSUD Ulin Banjarmasin Kalimantan Selatan. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

[img] Text
KARYA TULIS ILMIAH_JONATHAN_LENGKAP.pdf
Restricted to Repository staff only

🔍 Baca Disini | Request a copy
[img] Text
LAPORAN TUGAS AKHIR BAB 1- BAB 3 (2).pdf
Restricted to Registered users only

🔍 Baca Disini | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Stroke Non-Hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak yang menyebabkan infark serebral, sehingga menyebabkan kelemahan motorik dan hambatan komunikasi akibat kerusakan jaringan otak. Tn. Y mengalami mengalami hemiparase dextra dengan kekuatan otot skala 3 serta Gangguan Komunikasi Verbal berupa bicara pelo. Kondisi ini memerlukan keperawatan yang presisi untuk mengaktifkan suplai oksigen ke jaringan otak dan mengaktifkan kembali jaringan saraf yang terganggu. Tujuan Penelitian: Untuk memperoleh gambaran dan pemahaman secara mendalam mengenai Asuhan Keperawatan selama 3 hari pada Tn. Y dengan Stroke Non Hemoragik (SNH) di Ruangan Stroke Center RSUD Ulin Banjarmasin. Metode Penelitian: Penulisan Ilmiah dengan desain studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. teknik persiapan deskriptif. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik. Sampel yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah pasien dengan stroke non hemoragik di ruangan stroke center ulin banjarmasin. Hasil Penelitian: Berdasarkan pengkajian data utama yang sudah didapatkan dari pasien dengan keluhan kelemahan anggota gerak tubuh. Diagnosa yang mucul Gangguan Perfusi Serebral Tidak Efektif, Gangguan Mobilitas Fisik, dan Gangguan Komunikasi Verbal. Intervensi difokuskan pada manajemen head –up 30 derajat guna menurunkan TIK dan memantau TTV secara rutin, latihan rentan gerak pasif-asistif, serta mengajarkan komunikasi melalui pertanyaan sederhana. Menunjukan masalah teratasi dengan kriteria hasil kekuatan otot meningkat menjadi 4.4.5.5, frekuensi napas stabil 18x/menit, dan pasien mampu berkomunikasi dengan kombinasi kalimat yang sederhana secara mandiri. Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada klien dengan Stroke Non Hemoragik di Ruangan Stroke Center RSUD Ulin Banjarmasin. Menunjukan pemulihan yang signifikan yang mana melalui penerapan posisi head-up 30 derajat untuk menjaga perfusi serebral, teratasi ditandai dengan pasien tidak mengalami sesak, pernafasan stabil 18x/menit, tekanan darah membaik 122/64 mmHg dari 130/80 mmHg. Latihan rentan gerak pasif-asistif untuk mengatasi gangguan mobilitas, teratasi dibuktikan terjadi peningkatan skala otot 4.4.5.5 dari 3.3.5.5. Melakukan latihan komunikasi aktif melalui pertanyaan tanya jawab yang hanya memiliki jawaban Ya/Tidak, teratasi pasien sudah mampu berkomunikasi menggunakan kombinasi kata secara mandiri dari yang hanya berkomunikasi menggunakan isyarat mata dan anggukan kepala. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Stroke Non Hemoragik Background: Non-Hemorrhagic Stroke (NHS) causes cerebral infarction, resulting in motor weakness and communication impairments. Mr. Y experienced right hemiparesis (muscle strength scale 3) and slurred speech, necessitating precise nursing care to restore cerebral oxygen supply and neural function. Objective: To describe 3-day nursing care for Mr. Y with NHS at the Stroke Center of Ulin Banjarmasin Hospital. Method: A descriptive case study using the nursing process approach. Data were gathered through observation, interviews, and physical examinations. Results: Diagnoses included Ineffective Cerebral Perfusion, Impaired Physical Mobility, and Impaired Verbal Communication. Interventions prioritized 30-degree head-up positioning, vital sign monitoring, passive-assistive ROM exercises, and simple communication training. Outcomes showed resolved problems: muscle strength increased to 4.4.5.5, respiratory rate stabilized (18 bpm), and the patient could communicate independently using simple sentences. Conclusion: Integrated nursing care led to significant recovery. The 30-degree head-up position stabilized perfusion (BP 122/64 mmHg), ROM exercises improved mobility, and structured communication training enabled the patient to progress from eye signals to independent verbal combinations. Keywords: Nursing Care, Non-Hemorrhagic Stroke.

Item Type: Laporan Tugas Akhir / Karya Tulis Ilmiah / Laporan Praktek Asuhan Kebidanan (stase 9) / Skripsi / Tesis / Disertasi (Karya Tulis Ilmiah)
Uncontrolled Keywords: Asuhan Keperawatan, Stroke Non Hemoragik
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1699 Other Studies in Human Society > 169901 Gender Specific Studies
11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing
16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1699 Other Studies in Human Society
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan
Depositing User: Mahasiswa D3 Keperawatan
Date Deposited: 30 Jun 2026 06:19
Last Modified: 30 Jun 2026 06:19
URI: http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3503

Actions (login required)

View Item View Item