Pratama, Putra (2026) Asuhan keperawatan pada pasien intracerebral hemorrhage (ICH) di Ruang Topaz RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
|
|
Text
Karya Tulis Ilmiah_Putra Pratama_Bab 1- Bab 3.pdf Restricted to Registered users only 🔍 Baca Disini | Request a copy |
|
|
Text
Karya Tulis Ilmiah_Putra Pratama_Lengkap.pdf Restricted to Repository staff only 🔍 Baca Disini | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan kondisi kedaruratan neurologis akibat pecahnya pembuluh darah di dalam parenkim otak secara spontan, yang sering kali dipicu oleh hipertensi kronis. Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial dan defisit neurologis yang berisiko tinggi terhadap kecacatan menetap hingga kematian. Penanganan yang cepat dan asuhan keperawatan yang komprehensif sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Intracerebral Hemorrhage (ICH) di Ruang Topaz RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Tujuan Penilitian: Mengetahui dan mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Intracerebral Hemorrhage (ICH) di Ruang Topaz RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode Penilitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang pasien (Ny. L, 61 tahun) dengan diagnosis medis ICH. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil Penilitian: Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami hemiparesis sinistra, nyeri kepala hebat, afasia, hipertensi (176/92 mmHg), dan hasil CT-Scan menunjukkan hematoma 11,1 cc di talamus kanan disertai Intraventricular Hemorrhage (IVH) dan midline shift. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi penurunan adaptif intrakranial, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan komunikasi verbal. Intervensi utama mencakup manajemen peningkatan tekanan intrakranial dengan posisi head up 30, dukungan mobilisasi, dan promosi komunikasi alternatif. Setelah dilakukan implementasi selama 3x7 jam, masalah Penurunan kapasitas adaptif intrakranialdan gangguan komunikasi verbal teratasi sebagian, sedangkan gangguan mobilitas fisik belum teratasi. Kesimpulan: Asuhan keperawatan berfokus pada pencegahan peningkatan tekanan intrakranial, pemantauan hemodinamik ketat, dan stimulasi fungsi neurologis. Proses pemulihan defisit motorik akibat kerusakan jaringan otak memerlukan waktu dan program rehabilitasi jangka panjang yang berkelanjutan. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Intracerebral Hemorrhage (ICH), penurunan adaptif intrakranial Background: Intracerebral Hemorrhage (ICH) is a neurological emergency caused by spontaneous rupture of blood vessels within the brain parenchyma, frequently triggered by chronic hypertension. This condition leads to increased intrakranial pressure and neurological deficits, posing a high risk of permanent disability or death. Rapid management and comprehensive nursing care are essential to prevent further complications. Research Objective: To identify and describe the application of nursing care for a patient with Intracerebral Hemorrhage (ICH) in the Topaz Ward of RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Research Method: This study used a descriptive method with a case study approach. The research subject was one patient (Mrs. L, 61 years old) with a medical diagnosis of ICH. Data collection was conducted through interviews, direct observation, physical examination, and documentation study Research Results: The assessment showed left hemiparesis, severe headache, aphasia, hypertension (176/92 mmHg), and the CT-scan revealed an 11.1 cc hematoma in the right thalamus accompanied by Intraventricular Hemorrhage (IVH) and midline shift. The established nursing diagnoses included the risk of ineffective cerebral perfusion, impaired physical mobility, and impaired verbal communication. The primary interventions comprised the management of increased intrakranial pressure with a 30 head-up position, mobility support, and alternative communication promotion. After performing implementations for 3x7 hours, the decreased intrakranial adaptive capacity and impaired verbal communication were partially resolved, whereas impaired physical mobility was unresolved. Conclusion: Nursing care focuses on preventing increased intrakranial pressure, strict hemodynamic monitoring, and stimulating neurological function. The recovery of motor deficits due to brain tissue damage requires long-term and continuous rehabilitation programs. Keyorwds: Nursing Care, Intracerebral Hemorrhage (ICH),Decreased Intrakranial Adaptive Capacity Hemorrhagic strok
| Item Type: | Laporan Tugas Akhir / Karya Tulis Ilmiah / Laporan Praktek Asuhan Kebidanan (stase 9) / Skripsi / Tesis / Disertasi (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan, Intracerebral Hemorrhage (ICH), penurunan adaptif intrakranial |
| Subjects: | 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111008 Nursing Practical 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111009 Nursing Research 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa D3 Keperawatan |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 03:19 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 03:19 |
| URI: | http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3852 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
