Indah, Natalia (2026) Studi kasus asuhan keperawatan pada pasien Tn. A dengan subarachnoid hemorrhage di Ruang Dahlia RSUD dr.Doris Sylvanus. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
|
|
Text
KARYA TULIS ILMIAH INDAH.pdf Restricted to Repository staff only 🔍 Baca Disini | Request a copy |
|
|
Text
BAB 1-3.pdf Restricted to Registered users only 🔍 Baca Disini | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Subarachnoid Hemorrhage (SAH) merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang ditandai dengan adanya perdarahan pada ruang subarachnoid, umumnya disebabkan oleh ruptur aneurisma serebral. SAH memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi sehingga memerlukan penanganan segera. Gejala khas yang muncul antara lain nyeri kepala hebat mendadak, penurunan kesadaran, mual, muntah, hingga kejang. Pasien SAH yang mengalami penurunan kesadaran dan keterbatasan mobilitas berisiko mengalami komplikasi seperti konstipasi dan gangguan mobilitas fisik. Tujuan : Memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Tn. A dengan diagnosis Subarachnoid Hemorrhage di RSUD dr. Doris Sylvanus melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Metode : Studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan format pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Asuhan keperawatan dilakukan selama masa perawatan pasien dengan fokus pada penanganan masalah konstipasi dan gangguan mobilitas fisik. Hasil : Masalah keperawatan yang ditemukan meliputi konstipasi yang berhubungan dengan ketidakadekuatan toileting dan penurunan peristaltik usus, serta gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kerusakan neuromuskular dan kelemahan otot. Penatalaksanaan keperawatan difokuskan pada stimulasi fungsi usus dan pemberian diet tinggi serat untuk mengatasi konstipasi, serta latihan mobilitas pasif-aktif dan pemberian posisi yang tepat untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien secara bertahap, ditandai dengan meningkatnya frekuensi defekasi dan peningkatan kemampuan mobilitas. Kesimpulan : Asuhan keperawatan komprehensif pada pasien SAH dengan masalah konstipasi dan gangguan mobilitas fisik penting untuk mencegah komplikasi sekunder dan meningkatkan kualitas perawatan. Intervensi yang tepat pada kedua masalah tersebut berkontribusi terhadap stabilisasi kondisi pasien dan pemulihan fungsi neurologis. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan; Gangguan Mobilitas Fisik; Konstipasi; Subarachnoid Hemorrhage Background: Subarachnoid Hemorrhage (SAH) is a neurological emergency characterized by bleeding in the subarachnoid space, most commonly caused by ruptured cerebral aneurysm. SAH has a high mortality and morbidity rate and requires immediate management. Typical symptoms include sudden severe headache, decreased consciousness, nausea, vomiting, and seizures. Patients with SAH who experience decreased consciousness and limited mobility are at risk of developing complications such as constipation and impaired physical mobility. Objective: To describe the implementation of nursing care for Mr. A diagnosed with Subarachnoid Hemorrhage at RSUD dr. Doris Sylvanus through the nursing process approach, including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Methods: This is a case study using a nursing care approach. Data were collected using assessment, intervention, implementation, and evaluation formats. Nursing care was provided during the patient’s hospitalization with a focus on managing constipation and impaired physical mobility. Results: The nursing problems identified were constipation related to inadequate toileting and decreased bowel peristalsis, and impaired physical mobility related to neuromuscular damage and muscle weakness. Nursing management focused on stimulating bowel function and providing a high-fiber diet to address constipation, as well as passive-active mobility exercises and proper positioning to address impaired physical mobility. The results showed gradual improvement in the patient’s condition, indicated by increased defecation frequency and improved mobility. Conclusion: Comprehensive nursing care for SAH patients with constipation and impaired physical mobility is important to prevent secondary complications and improve the quality of care. Appropriate interventions for these two problems contribute to patient stabilization and recovery of neurological function.. Keywords: Constipation; Impaired Physical Mobility; Nursing Care; Subarachnoid Hemorrhage
| Item Type: | Laporan Tugas Akhir / Karya Tulis Ilmiah / Laporan Praktek Asuhan Kebidanan (stase 9) / Skripsi / Tesis / Disertasi (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan; Gangguan Mobilitas Fisik; Konstipasi; Subarachnoid Hemorrhage |
| Subjects: | 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111008 Nursing Practical 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing > 111009 Nursing Research 11 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES > 1110 Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Diploma III Keperawatan |
| Depositing User: | Mahasiswa D3 Keperawatan |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 03:59 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 03:59 |
| URI: | http://repo.polkesraya.ac.id/id/eprint/3953 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
